Audit MBG pada dapur menjadi mekanisme penting dalam menjaga kualitas dan keamanan program Makan Bergizi Gratis. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional telah memperketat sistem pengawasan setelah berbagai kasus keracunan makanan terjadi. Proses audit meliputi pemeriksaan material peralatan, standar kebersihan, hingga sertifikasi wajib yang harus terpenuhi oleh setiap SPPG.
Mengapa Audit MBG Pada Dapur Sangat Krusial?
Data Badan Gizi Nasional menunjukkan tujuh puluh kasus keracunan terjadi sepanjang Januari hingga September dengan hampir enam ribu penerima terdampak. Sembilan dari sepuluh SPPG yang melaporkan insiden merupakan dapur baru beroperasi kurang dari satu bulan. Oleh karena itu, audit MBG pada dapur harus berlangsung ketat sejak tahap awal operasional.
Selain itu, audit memastikan setiap tahap produksi makanan mulai dari penerimaan bahan baku hingga pendistribusian berjalan sesuai standar keamanan pangan. Sistem pengawasan berlapis melibatkan sekolah, puskesmas, dinas kesehatan, hingga BGN.
Aspek Utama Audit MBG Pada Dapur
1. Verifikasi Material Food Grade
Audit memeriksa apakah semua wadah dan peralatan yang kontak langsung dengan makanan memiliki sertifikasi food grade. Material seperti Polypropylene atau High-Density Polyethylene wajib terbukti aman dan tahan suhu panas. Tray makanan higienis dan food container harus mengantongi sertifikat yang menunjukkan tidak melepaskan zat beracun.
2. Pemeriksaan Sistem HACCP
Audit MBG pada dapur mewajibkan penerapan Hazard Analysis and Critical Control Points sebagai kerangka kerja utama. Setiap SPPG harus memiliki dokumentasi lengkap tentang identifikasi risiko, titik kendali kritis, dan prosedur pemantauan. Sistem ini mencegah kontaminasi jauh sebelum makanan sampai ke penerima manfaat.
Namun demikian, sertifikat HACCP harus terakreditasi Komite Akreditasi Nasional untuk membuktikan dapur menerapkan sistem manajemen keamanan pangan dengan benar.
3. Audit Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
Pemerintah mewajibkan setiap dapur memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dari Kementerian Kesehatan. Audit mencakup pemeriksaan ketersediaan air bersih, sistem pembuangan limbah ideal, dan faktor kebersihan lainnya. Data KSP menunjukkan hanya tiga puluh empat dari delapan ribu lima ratus delapan puluh tiga dapur memiliki SLHS per September dua ribu dua puluh lima.
Sementara itu, proses percepatan sertifikasi harus selesai dalam satu bulan untuk tidak menghambat distribusi makanan bergizi.
4. Rapid Test Keamanan Pangan Harian
Audit MBG pada dapur mencakup penerapan rapid test untuk menguji kualitas bahan baku, air, dan makanan matang setiap hari. Alat ini mendeteksi organisme berbahaya seperti salmonella, e.coli, hingga bahan kimia berbahaya seperti sianida dan formalin. Sistem pengujian harian memastikan tidak ada makanan berbahaya terdistribusi kepada penerima.
Menggunakan peralatan berkualitas dari pusat alat dapur mbg membantu dapur memenuhi standar audit dengan lebih mudah. Peralatan proper mendukung proses produksi sesuai protokol keamanan yang berlaku.
Tahapan Audit MBG Pada Dapur SPPG
Audit Lapangan Komprehensif
Auditor kompeten melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi dapur untuk memeriksa dokumentasi, proses pengolahan, serta lingkungan fisik. Area dapur harus bersih dengan sirkulasi udara baik dan pemisahan ruang pengolahan mentah dengan matang. Setiap petugas wajib menggunakan alat pelindung seperti apron, sarung tangan, dan penutup kepala.
Pemantauan Berkelanjutan
Audit bukan proses satu kali tetapi pemantauan berkelanjutan untuk memastikan standar terjaga konsisten. Setiap tahap kerja wajib terdokumentasi sebagai bagian dari sistem audit internal BGN. Proses pencucian bahan makanan menggunakan air bersih terkontrol sesuai standar HACCP.
Kesimpulan
Audit MBG pada dapur merupakan fondasi penting menjaga keamanan program Makan Bergizi Gratis. Pemeriksaan mencakup material food grade, sistem HACCP, sertifikat SLHS, hingga rapid test harian yang ketat. Dapur SPPG harus memenuhi semua persyaratan audit untuk beroperasi dan melayani jutaan penerima manfaat. Dengan implementasi audit yang konsisten dan menyeluruh, kasus keracunan dapat terminimalkan sehingga program berjalan aman dan memberikan manfaat gizi optimal.
