Hijauan menjadi sumber serat penting bagi sapi, kambing, dan domba, tetapi rumput segar mudah layu atau rusak jika peternak menumpuknya sembarangan. Karena itu, peternak perlu menyiapkan cara penyimpanan yang sesuai agar persediaan tetap layak saat kebutuhan pakan meningkat atau pasokan dari lahan berkurang.
Penyimpanan yang baik dimulai sejak pemanenan, bukan setelah rumput masuk ke gudang. Pemilihan waktu potong, pengaturan kadar air, kebersihan tempat, dan metode pengawetan akan memengaruhi mutu hijauan selama penyimpanan, sedangkan perhitungan kebutuhan harian membantu peternak menentukan jumlah stok yang perlu disiapkan.
Teknik Penyimpanan Hijauan Pakan Ternak
1. Panen pada Waktu yang Tepat
Pilih waktu panen ketika rumput sudah mencapai umur potong yang sesuai, tetapi belum terlalu tua dan keras. Peternak sebaiknya memotong hijauan setelah embun mengering agar bahan tidak membawa kelembapan berlebihan ke tempat penyimpanan.
Hindari memanen saat hujan atau ketika tanaman masih sangat basah. Jika peternak harus mengumpulkan rumput setelah hujan, hamparkan bahan sebentar di tempat bersih dan teduh sebelum menyimpannya.
2. Sortir dan Bersihkan Hijauan
Periksa setiap kumpulan rumput, lalu singkirkan bagian yang busuk, berlendir, berjamur, atau tercampur benda asing. Pisahkan juga tanaman yang terkena bahan kimia atau berasal dari area tercemar karena peternak tidak boleh mengambil risiko dengan pakan yang keamanannya meragukan.
Jangan mencampurkan hijauan rusak dengan bahan yang masih segar. Langkah penyortiran membantu peternak menjaga mutu persediaan sekaligus memudahkan pemeriksaan saat akan memberikan pakan.
3. Simpan Hijauan Segar dengan Sirkulasi Udara
Untuk penyimpanan jangka pendek, letakkan rumput di tempat teduh, bersih, dan memiliki aliran udara yang baik. Gunakan alas atau rak agar hijauan tidak bersentuhan langsung dengan tanah lembap, genangan, maupun kotoran hewan.
Hindari membuat tumpukan terlalu tinggi dan padat karena bagian tengah dapat menyimpan panas serta kelembapan. Bagi hasil panen menjadi beberapa tumpukan kecil, lalu periksa kondisinya secara berkala dan gunakan lebih dahulu bahan yang lebih lama disimpan.
4. Layukan Sebelum Penyimpanan Tertentu
Beberapa metode pengawetan membutuhkan hijauan dengan kadar air yang sesuai, sehingga peternak perlu melayukan rumput terlebih dahulu. Hamparkan bahan dalam lapisan tipis di tempat bersih dengan sirkulasi udara, lalu balik secara berkala agar pengurangan air berlangsung merata.
Jangan menjemur tanpa pengawasan sampai rumput terlalu kering atau rapuh. Sesuaikan lama pelayuan dengan kondisi cuaca, jenis tanaman, dan metode penyimpanan yang akan digunakan.
5. Buat Silase untuk Persediaan Lebih Lama
Peternak dapat mengawetkan hijauan melalui fermentasi dalam kondisi minim oksigen ketika hasil panen sedang melimpah. Cacah rumput, sesuaikan kadar air, masukkan ke drum atau kantong silase, lalu padatkan setiap lapisan agar udara keluar sebelum wadah ditutup rapat.
Gunakan bahan tambahan hanya bila metode atau panduan produk memang memerlukannya, dan ikuti dosis yang jelas. Untuk memahami pemanfaatan bahan pakan dari hasil pertanian, peternak dapat membaca panduan cara memanfaatkan limbah pertanian untuk pakan sebagai bacaan tambahan sebelum memilih bahan yang sesuai.
6. Atur Stok dan Periksa Kondisi Secara Berkala
Beri label pada setiap tumpukan atau wadah dengan tanggal panen, jenis hijauan, dan metode pengolahan. Catatan tersebut membantu peternak memakai stok lebih lama terlebih dahulu dan memperkirakan kapan mereka perlu menyiapkan persediaan baru, terutama saat cuaca mulai berubah dan pertumbuhan rumput melambat.
Periksa warna, aroma, tekstur, serta kondisi wadah sebelum mengambil pakan. Jangan berikan hijauan yang berjamur, berlendir, berbau busuk, atau menunjukkan tanda kerusakan lain, dan pisahkan bahan tersebut dari stok yang masih layak.
Kesimpulan
Teknik penyimpanan hijauan pakan ternak mencakup pemanenan yang tepat, penyortiran, pengaturan sirkulasi udara, pelayuan, dan pengawetan melalui silase. Dengan mencatat persediaan serta memeriksa kualitas secara rutin, peternak dapat mengurangi pakan terbuang dan menjaga ketersediaan hijauan untuk ternak.
